Cerita ini menceritakan seorang perempuan yang sedang mencoba lebih memaknai arti hidup yang sebenarnya. Mencoba belajar dari sesuatu yang tidak diajarkan di bangku sekolah. Mencoba mengaplikasikan sesuatu yang menurutnya baik dan menghindari yang menurutnya kurang baik. Dia bukan sosok yang sempurna, yang penuh dengan pengalaman, yang tidak pernah salah, dan yang selalu penuh dengan kebaikan.
Tapi inilah DIA yang sebenarnya…
Perempuan yang memiliki sifat dirinya selalu benar. Sehingga, saking dia menganggap semua yang dia katakan benar, dia tidak pernah mengampuni kekasihnya melakukan sedikitpun yang dia anggap salah.Yang dia inginkan adalah kekasihnya selalu menjadi yang terbaik
Perempuan yang memiliki sifat datar dan cenderung diam. Sehingga, saking dia datar, dia hanya mengungkapkan rasa yang dia rasakan terhadap kekasihnya hanya dengan perbuatan, bukan kata-kata.
Perempuan yang memiliki sifat kekanak-kanakan. Sehingga, saking dia kekanak-kanakan, kekasihnya selalu dia goda dengan tingkah bocahnya dan membuat kekasihnya sulit meninggalkannya.
Perempuan yang menunjukan kemarahannya dengan diam dalam waktu lama. Sehingga, saking lamanya dia marah, membuat kekasihnya lama kelamaan sadar dengan kesalahan dirinya. Akan berbeda jika dia marah-marah. Mungkin akan terjadi adu mulut yang tidak diinginkan
Perempuan yang memiliki sifat keras kepala. Sehingga, ketika kekasihnya telah berpaling dari hidupnya saat itu, dia tetap keras kepala untuk tetap menunggunya.
Perempuan yang memiliki sifat lemah. Sehingga, saking lemahnya dia, ketika dia melakukan kesalahan sedikit kepada kekasihnya, dia mudah menitikkan air mata ketika memohon meminta maaf.
Perempuan yang memiliki sifat ngatur urusan orang. Sehingga, dengan sifatnya ini, segala kehidupan kekasihnya menjadi teratur. Meskipun mungkin merepotkan, namun ini adalah sebuah hal positif.
Perempuan yang ceplas-ceplos dalam berkata. Sehingga, dia mengajarkan tentang kejujuran kepada kekasihnya. Meskipun tak jarang kekasihnya mendengar dengan sedikit sakit hati.
Perempuan itu mungkin akan menjadi yang terburuk menurut setiap orang, dengan sifat-sifat yang ia miliki.
Tapi tau kah kawan. Diriku memiliki kekurangan yakni tak bisa melihat keburukan dari perempuan ini yang terlihat oleh orang banyak. Aku hanya melihat kebaikan dari diri perempuan ini. Semua sifat yang ada dari perempuan ini adalah sebuah kebaikan bagi diriku dan tak ada setitikpun keburukan bagiku.
Semua itu tergantung dari sudut mana kamu melihat seseorang. Jika kamu melihat seseorang itu dari sisi buruknya, maka kamu akan terus dihadapkan dengan semua hal buruk. Namun, jika kamu pintar memaknai sisi buruk seseorang menjadi sebuah kebaikan, maka segala hal yang buruk menurut seseorang mungkin akan baik menurut kita.
Dan harus kau tau siapa yang perempuan yang ku ceritakan ini?Dia adalah sosok yang mengisi hari-hariku selama ini, dan mungkin untuk selamanya. Aamiin.
Karena cinta bukan mencari kesempurnaan, bukan mencari kebaikan, bukan mencari keindahan. Namun cinta adalah membuat sesuatu yang kita anggap buruk, kurang baik menjadi sebuah kesempurnaan.
Catatan penulis : Saya di sini, dengan segala kerendah hatian, tidak bermaksud mengumbar kesalahan dan keburukan orang. Namun saya di sini hanya ingin mencoba belajar untuk memaknai kesalahan seseorang (orang terdekat kita) menjadi sebuah nilai positif. Mungkin semua orang pernah mengalaminya masing-masing ketika anda menghadapi pasangan anda yang melakukan kesalahan. Semoga dengan tulisan ini, kita bisa lebih memaknai ketidak sempurnaan menjadi kesempurnaan yang abadi. Mohon maaf jika ada yang tersinggung.

