Thursday, August 16, 2012

Introduction : Tentang Nama

Saya. Sebuah panggilan (sebutan) dari diri seseorang bagi dirinya sendiri. Saya memiliki banyak sinonim. Aku, gue, dan ane adalah kata yang memiliki arti sama dengan "saya". Namun, kata 'saya' memiliki arti yang lebih formal, cocok untuk dipakai ketika acara formal maupun berbicara dengan orang yang lebih tua atau lebih disegani. Dan, mungkin kata "saya" kali ini yang akan saya pakai untuk menyebut diri ini dalam tulisan ini.

Nama saya, Irvan, lengkapnya Irvan Syaidussalam dan Irvan adalah sebuah panggilan pertama dari orang-orang pertama yang berada di sekitar saya sebelum seterusnya berevolusi menjadi Ivan, panggilan dari setiap orang yang merasa malas untuk menyebut satu huruf saja dari nama saya sehingga dengan seenaknya mengubah nama pemberian dari orang-orang pertama yang berada di sekitar saya.

Namun nama Ivan tidak bertahan terlalu lama, khususnya di keluarga. Karena kedatangan sesosok insan yang lahir dari kedua pasangan yang melahirkan saya pula, maka panggilan 'orang rumah' berubah menjadi aa, kosakata bahasa sunda yang berarti kakak.

Namun, di dunia ini tak ada yang abadi, begitu pun nama panggilan ini. Berselang beberapa tahun, panggilan Aa yang sebelumnya mengalahkan panggilan sebelumnya, sekarang terkalahkan kembali oleh sebuah panggilan baru. Seperti kejadian sebelumnya, hal itu disebabkan terlahir insan dari orang tua saya untuk yang ke 3 kalinya. Panggilan selanjutnya adalah Aa Ivan, hal ini terjadi karena adik saya yang pertama beralih jabatan menjadi seorang aa (kakak). Alasan takut tertukar panggilan dengan adik saya pertama mungkin menjadi penyebabnya.

Lain tempat lain juga keadaannya. Itu yang saya rasakan ketika menginjak jenjang pendidikan menengah pertama, dan saya ditakdirkan bersekolah di pesantren. Nama pun memiliki hukum tersendiri untuk saling mengeliminasi satu dan lainnya. Ketika itu, untuk yang ke sekian kalinya saya berubah nama panggilan. Waktu itu sebab sepele yang membuat teman-teman baru saya di pesantren sampai mengubah nama panggilan saya, yakni nama pertama saya memiliki banyak kesamaan dengan dua orang teman saya. Meskipun penggunaan huruf berbeda (ada yang Irpan, Irfan, dan saya Irvan), namun jika disebutkan akan tetap sama. Maka pada saat itu, tanpa ada rapat khusus maupun perjanjian di atas kertas, nama panggilan saya berubah nama menjadi Syaidussalam. Dan itu tidak bertahan lama. Kemalasan seseorang untuk menyebutkan semua huruf selalu menjadi penyebab perubahan ini. Karena Syaidussalam terlalu panjang, maka teman saya pun memanggil saya dengan nama Idus, dan berevolusi lagi dengan alasan yang tidak jelas menjadi Adus.

Dan, sampai sekarang, sampai usia saya mencapai 19 tahun dalam hitungan tahun masehi, panggilan berbeda selalu terjadi ketika berada di tempat berbeda.

 
;